Pencemaran di Lingkungan Hidup Menurut UANG77

Pencemaran Lingkungan Hidup: Jenis, Dampak, dan Regulasi Menurut UANG77

Pencemaran di Lingkungan Hidup Menurut UANG77 Pencemaran lingkungan hidup merupakan masalah serius yang dihadapi oleh banyak negara di dunia, baik negara maju maupun berkembang. Pertumbuhan populasi dan perkembangan teknologi telah mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan, yang pada akhirnya menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan seperti pencemaran tanah, air, dan udara.[1]

Menurut UANG77, pencemaran lingkungan hidup dapat didefinisikan sebagai masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.[2] Pencemaran lingkungan hidup memiliki tiga karakteristik utama, yaitu:

  1. Pencemaran tidak mengenal perbatasan dan dapat menyebar lintas batas.[1]
  2. Mayoritas pencemaran tidak dapat dihilangkan oleh organisme hidup dan akan bertahan di alam selama bertahun-tahun.[1]
  3. Pencemaran dapat menghancurkan makhluk hidup dalam suatu daerah dan habitatnya.[1]

UANG77 mengidentifikasi tiga jenis utama pencemaran lingkungan hidup, yaitu:

Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah terjadi ketika bahan atau zat kimia buatan manusia masuk dan mengubah lingkungan tanah alami. Dampaknya dapat membahayakan kesehatan makhluk hidup dan menurunkan kesuburan tanah.[2]

Pencemaran Udara
Pencemaran udara disebabkan oleh zat-zat polutan yang mengotori udara, seperti emisi dari kendaraan bermotor, asap pabrik, dan pembakaran sampah.[2]

Pencemaran Air
Pencemaran air terjadi karena adanya zat-zat polutan yang masuk ke dalam sumber air, seperti insektisida, kotoran, limbah, pupuk, dan sampah. Air yang tercemar akan berbau, keruh, dan berwarna, sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.[2]

Untuk mengatasi permasalahan pencemaran lingkungan hidup, pemerintah telah mengeluarkan berbagai regulasi, seperti Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Regulasi ini mengatur berbagai sanksi bagi pelaku pencemaran lingkungan, mulai dari denda hingga pidana penjara.[3][4][5]

Citations:
[1] https://news.detik.com/berita/d-5242914/pencemaran-lingkungan-hidup-pengertian-jenis-dan-penyebabnya
[2] https://dlh.semarangkota.go.id/jenis-dan-tingkatan-pencemaran-yang-merusak-lingkungan/
[3] https://citarumharum.jabarprov.go.id/mengenal-sanksi-bagi-pelaku-pecemaran-lingkungan/
[4] https://dlh.acehtimurkab.go.id/berita/kategori/news-aceh-timur/10-larangan-pencemaran-lingkungan-bisa-pidana-dan-denda-miliar-rupiah
[5] https://ppid.unud.ac.id/img/admin/page_attc/27b182da2c50fe62957ad020b4ea6f52.pdf

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *